Tuesday, 28 May 2013

CARA PEMBAGIAN KURSI DPR RI PADA PEMILU 2014

Ini dia Cara Pembagian Kursi DPR RI Pada Pemilu 2014



Sesuai dengan undang-undang nomor 8 tahun 2012 tentang Pemilu anggota DPR dan DPRD, begini lah caranya kursi DPR dialokasikan :
 

Step 1: KPU sisihkan partai kecil, simpan partai besar. 

Syarat untuk menjadi partai besar adalah mendapatkan suara 3.5% ato lebih dari jumlah suara secara nasional.

Step 2:  KPU alokasikan kursi yang tersedia ke partai

Untuk kursi DPR RI (di pusat), total ada 560 kursi. Ini disebar merata ke beberapa daerah pemilihan (Dapil). Sebagai contoh, Dapil DKI 2 mendapat jatah 7 kursi dan untuk Dapil Papua 10 kursi. Di masing-masing Dapil, Kursi ini akan diberikan kepada partai yang lolos Step 1 di atas dengan cara:
  1. KPU menghitung Bilangan Pembagi Pemilih (BPP)
  2. Tahap 1:
    • Partai yang mendapat suara sama/lebih dari BPP akan dialokasikan satu atau beberapa kursi. Sisa suara akan dibawa ke tahap 2
    • Partai yang mendapat suara kurang dari BPP akan dibawa ke tahap 2
  3. Tahap 2:
    • Apabila masih ada sisa kursi yang belum teralokasi akan dilakukan tahap 2
    • Pembagian kursi dimulai dari Parpol yang memiliki sisa suara terbanyak. 

Step 3: Partai tunjuk caleg untuk duduk di kursi

Partai A dan B masing-masing mempunyai 1 kursi di Dapil XYZ. Sekarang, siapakah yang akan menduduki kursi ini? Masing-masing partai yang mempunyai jatah kursi di DPR akan memilih caleg-caleg dengan total perolehan suara terbanyak. 

CONTOH:
Anggap untuk pemilu 2014, ada kondisi seperti ini:
  • Secara nasional, total suara yang sah: 100 juta. 
  • Total Parpol di pemilu: 10 partai dengan perolehan suara seperti berikut:
    • Partai A: 40 juta
    • Partai B: 30 juta
    • Partai C: 20 juta
    • Partai D: 5juta
    • Partai E: 3 juta
    • Partai F: 1 juta
    • Partai G, H, I, J: < 1 juta
  • Di dapil XYZ
    • Ada 2 kursi yang diperebutkan

Step 1: KPU sisihkan partai kecil, simpan partai besar. 
Maka, syarat dari partai untuk lanjut ke tahap 2 adalah mendapat suara minimum 3,5 juta (3.5% dari jumlah suara). Jadi Partai Politik Peserta Pemilu yang berhak mendapatkan kursi adalah partai: A, B, C, D, dan E.

Bagaimana dengan partai E, F, G, H, I, dan J? Dianggap non-exist.
 Step 2:  KPU alokasikan kursi yang tersedia ke partai
Ada 2 kursi untuk Dapil XYZ. Partai mana yang berhak mendapatkan kursi itu?
Misal ada 7 caleg dari parpol A, B, C, D, dan E. Perolehan suara adalah sebagai berikut:
  • Caleg 1 (partai A): 300 suara
  • Caleg 2 (partai A): 80 suara
  • Caleg 3 (partai B): 120 suara
  • Caleg 4 (partai C): 80 suara
  • Caleg 5 (partai D): 10 suara
  • Caleg 6 (partai E): 10 suara
Maka, BPP adalah: (300 + 80 + 120 + 80 + 10 + 10)/2 kursi = 300 suara
 Tahap 1 alokasi kursi
  • Total suara partai A: 380
  • Total suara partai B: 120
  • Total suara partai C: 80
  • Total suara partai D: 10
  • Total suara partai E: 10
Oleh karena itu, dalam tahap 1, partai A dialokasikan jatah 1 kursi, dan sisa suara partai A adalah 80 (380 minus 300). 
 Tahap 2 alokasi kursi dari sisa suara
  • Sisa suara partai A: 80
  • Sisa suara partai B: 120
  • Sisa suara partai C: 80
  • Sisa suara partai D: 10
  • Sisa suara partai E: 10
Oleh karena itu, dalam tahap 2, partai B dialokasikan jatah 1 kursi.
 Step 3: Partai tunjuk caleg untuk duduk di kursi
Partai A dan B masing-masing mempunyai jatah satu kursi. Untuk memilih caleg-nya, partai A dan B mengurutkan caleg-nya sesuai total suara yang mereka dapatkan di dapil. Maka:
  • Caleg 1 (partai A): 300 suara
  • Caleg 2 (partai A): 80 suara
  • Caleg 3 (partai B): 120 suara
Partai A akan menunjuk Caleg 1, dan partai B menunjuk caleg 3. 

Kesimpulan
Maka, untuk dapil XYZ dengan 2 kursi yang diperebutkan, caleg terpilih-nya adalah Caleg 1 dan Caleg 3. 

#SELAMAT MEMILIH DENGAN BIJAKSANA...!#

Saturday, 25 May 2013

HARGA SATU KURSI ANGGOTA DPR DITENTUKAN DENGAN SUARA SAH DIBAGI JUMLAH KURSI




Harga Satu Kursi DPR Ditentukan Suara Sah Dibagi Jumlah Kursi

Glenmore, ppkglenmore.blogspot.com - Harga satu kursi baik DPR, DPRD Provinsi dan maupun DPRD Kabupaten/Kota dihitung berdasarkan suara sah di suatu daerah pemilihan (dapil), kemudian dibagi dengan jumlah kursi yang ada disetiap dapilnya.

Misalnya di suatu dapil suara sahnya berjumlah 100 ribu suara dan terdapat 10 kursi di dapil dimaksud, maka perhitungannya 100 ribu suara dibagi 10 kursi, hasilnya 10 ribu. Jadi, 10 ribu itulah harga satu kursi di dapil tersebut. Inilah yang disebut dengan Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) untuk menentukan harga kursi.

Sedangkan sisa suara, bila seorang caleg dari partai tertentu kelebihan suara setelah mendapatkan harga satu kursi, maka sisa suaranya akan dilimpahkan kepada caleg suara terbanyak kedua di partai yang sama.

Jadi harga kursi setiap dapil berbeda, tergantung suarah sah di setiap dapil. Misalnya untuk DPR RI, pada Dapil Jatim I, jumlah pemilihnya kita misalkan sebanyak 2 juta pemilih. Nah, nanti dari jumlah 2 juta pemilih ini realisasi partisipasi pemilihnya berapa, misalnya hanya 50 persen partisipasi pemilih dan kita anggap suaranya sah semua. Maka, suara sah 1 juta dibagi 10 kursi, hasilnya 100 ribu persatu kursi.

Intinya  harga kursi akan sangat tergantung dengan partisipasi pemilih dan suara sah. Kalau tingkat partisipasi pemilih tinggi, maka akan lebih mahal harga kursinya.

Bila partisipasi pemilih kita prediksi 70 persen, maka perkiraan saat ini, satu kursi untuk DPR RI memerlukan 150 ribu-an suara.

Sedangkan, untuk calon DPD sama halnya. Suara terbanyak akan bisa melenggang ke Senayan.

DPT pasti masih akan dimutakhirkan lagi, tentu ada petambahan pemilih.

BUAT PPS, SELAMAT BERKERJA...!!!

Tuesday, 21 May 2013

PLOATING TPS PILGUB JATIM 2013 MENGGUNAKAN APLIKASI



#...MENINDAK LANJUTI HASIL BIMTEK TADI SIANG...#


Seperti diketahui bersama, bahwa Formulir Model A-KWK.KPU untuk PILGUB JATIM 2013 sangat jauh berbeda dengan Formulir Model A.0-KPU untuk PILEG 2014. 

Oleh karena itu sudah bisa dipastikan rekan-rekan PPS akan merasa sangat kesulitan dalam proses Ploating tersebut, apalagi data (DP4) yang akan diploating bentuk kolomnya sangat jauh berbeda dengan kolom-kolom yang ada di Formulir A-KWK, misalnya :
  1. Kolom tempat dan tanggal lahir : Di file DP4 dipisah menjadi 2 (dua) kolom, sementara di Formulir A-KWK harus menjadi 1 (satu) kolom.
  2. Umur/Usia Pemilih di file DP4 terlalu tua (per 29 Agustus 2013 lebih satu tahun)
  3. Kolom Jenis Kelamin : Di file DP4 1 (satu) kolom, sementara di Formulir A-KWK harus dipisah menjadi 2 (dua) kolom.
  4. Kolom Alamat tempat tinggal : Di file DP4 dipisah menjadi 3 (tiga) kolom, yaitu ALAMAT, RT dan RW. Sementara di Formulir A-KWK harus menjadi 1 (satu) kolom. Dan lain-lain.
Pertanyaannya: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan Ploting tersebut dan memasukkannya ke Formulir A-KWK jika harus di-entri manual satu persatu, perkolom dan perTPS???

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka saya iseng membuat APLIKASI sederhana dengan tujuan untuk membantu dan mempermudah pekerjaan PPS dalam melakukan PLOATING TPS.

Berikut ini saya akan jelaskan proses penggunaan APLIKASI yang saya buat dalam pemploatingan TPS, namun sebelumnya silahkan download file-file yang dibutuhkan di bawah ini

Data Pemilih (DP4) yang akan diploting, silahkan Download DISINI.

APLIKASI MODEL A-KWK.KPU (PILGUB 2013), silahkan Download DISINI.

Formulir Model A-KWK.KPU, silahkan Download DISINI.



Jika sudah selesai men-Download semuanya, selanjutnya ikutilah langkah-langkah berikut ini :

Langkah 1:
File DP4 yang sudah didownload (Judul kolomnya berwarna kuning) di-Ploating menjadi per TPS sesuai dengan jumlah TPS di Desa  Anda. Jika sudah selesai, buka file DP4 hasil ploating tersebut.

Langkah 2 :
Buka file APLIKASI yang sudah didownload tadi.

Langkah 3 :
Buka file model A-KWK.KPU, kemudian gandakan Sheet TPS sesuai jumlah TPS di Desa Anda.

Langkah 4 :
Ikuti PETUNJUK yang ada dalam file APLIKASI. Lakukan satu persatu (per TPS).




SIMULASI :
Copy isi Sheet per TPS dari File DP4 yang sudah di-Ploating , kemudian Paste-kan ke Sheet “TPS X DATA (PASTE DISINI) di file APLIKASI. Masih di file APLIKASI, Copy isi Sheet “TPS X RUMUS (COPY DISINI)”, kemudian Paste-kan ke masing-masing TPS di file Formulir A-KWK.KPU.



HIMBAUAN
Untuk menghindari kesalahan, mohon untuk TIDAK MERUBAH isi file APLIKASI dalam bentuk apapun, baik menambah maupun mengurangi, baik itu kolom, baris, maupun Sheet.  Trima kasih.


Design by : GMC Gus_Mulya_Creation
Selamat datang di blog PPK GLENMORE, Terima kasih telah berkunjung di blog kami... Semoga Bermanfaat!